Makalah Etika Bisnis Analisis Permasalahan Etika di Dunia Kerja
Makalah
Etika Bisnis
Analisis
Permasalahan Etika di Dunia Kerja
Disusun
oleh :
Anisya
Diana Novita
1620200074
Dosen
Pengampuh :
Charisma
Ayu Pramuditha, M.HRM
STIE
MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
2019
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya
dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang “Analisis Permasalahan Etika di Dunia Kerja”, yang kami sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang
lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
Terimakasih.
Palembang, 30 Oktober 2018
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………..i
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………...1
1.1 LATAR
BELAKANG……………………………...…………………………………1
1.2 RUMUSAN
MASALAH………………………………………...……………...……2
1.4 TUJUAN
PENULISAN…………………………………...………………….………2
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………...…………………..………3
2.1 PENGERTIAN ETIKA………..................…………………………………………...………3
2.2 PERMASALAHAN ETIKA DI DUNIA KERJA…………...........………………………..…8
2.3 CARA PENYELESAIAN PERMASALAHAN ETIKA DI DUNIA
KERJA……………..…9
BAB 3 PENUTUP……………………………………………………….………………………10
3.1 KESIMPULAN…………………………………..............…………………………..………10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….....…...……11
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Etika
merupakan cara berpikir mengenai perilaku manusia di bawah pangkaltolak
pandangan baik dan buruk atau benar dan salah dari norma-norma dan nilai-nilai,
pertanggung jawaban dan pilihan. Dalam dunia bisnis etika memiliki perananyang
sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya
tujuanorganisasi. Bisnis juga akan menjadi lebih sukses jika mempunyai perhatian
padaetika, karena hal ini akan meningkatkan reputasi organisasi dan
meningkatkanmotivasi karyawan serta dapat mengurangi berbagai kerugian akibat
perilaku yang kurang etis yang dilakukan oleh karyawan. Perilaku yang tidak
etis seperti minum-minuman keras, penggunaan obat-obatan terlarang di tempat
kerja, penyalahgunaanemail, tidak melaporkan pelanggaran karyawan lain kepada
manajemen, serta berbagai pelanggaraan etika lainnya. Hal ini dapat menjadi
sesuatu yang seriusmengingat perilaku yang tidak etis dapat menjurus kearah
tindakan kriminal serta perilaku lain yang merugikan perusahaan, baik finansial
maupun nonfinansial.
Banyak
sebab yang menjadikan perilaku yang tidak etis yang ditunjukkankaryawan
tersebut muncul. Hal ini terkait pada individu karyawan saja, tetapi
jugamenyangkut keseluruhan proses dalam organisasi. Dalam hal ini manajemen
sumberdaya manusia mempunyai peran penting untuk menjamin bahwa organisasi
bertindak secara fair dan etis karyawan, klien, serta stakeholder lainnya.
Manajemen
sumber daya manusia memainkan peran penting dalammembantu organisasi untuk
meningkatkan nilai-nilai etika organisasi. Manajemenmerupakan pendorong
organisasi dalam usaha melatih karyawan agar mempunyaietika bisnis yang sesuai
dengan organisasi, sehingga tindakan kurang etis dapat dicegah. Fungsi
manajemen sumber daya manusia adalah melindungi organisasi daritindakan yang
tidak etis dari karyawan. Manajemen sumber daya manusia juga bertanggung jawab
dalam usaha-usaha organisasi untuk menangani etika perilaku,dapat mampu menjadi
penggerak dalam organisasi dalam menanggani isu-isu etika,serta bertanggung
jawab dalam pengembangan dan pelatihan mengenai pentingnya peningkatan moral
karyawan.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1 Apa
saja permasalahan etika di dunia kerja ?
1.2.2 Bagaimana
cara penyelesaian dari permasalahan etika ?
1.3 Tujuan
Masalah
1.3.1 Untuk
mengetahui permasalahan etika di dunia kerja.
1.3.2 Untuk
mengetahui cara penyelesaian dari permasalah etika.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Etika
Menurut Kamus Umum
Bahasa Indonesia, (WJS Poerwadarminta, 1986:278), disebutkan bahwa Etika adalah
Ilmu Pengetahuan tentang asas-asas akhlak(moral). Menurut Verkyuil, Perkataan
etika berasal dari kata ethos sehingga munculkata-kata etika. Perkataan ethos dapat
diartikan sebagai kesusilaan, perasaan batinatau kecenderungan hati seseorang
untuk berbuat kebaikan (Rudolf Pasaribu, 1988:2). Sedangkan menurut James J.
Spillane SJ (dalam Budi Santoso, dkk., 1992: 42,lihat pula Soegarda
Poerbakawatja, 1976: 82), memaparkan bahwa etikamemperhatikan atau
mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilankeputusan moral. Etika
mengarahkan atau menghubungkan penggunaan akal budiindividual dengan
objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku
seseorang terhadap orang lain. Menurut Hamzah Ya’kub (1983: 7)mendefinikan
bahwa etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan manayang buruk dan
memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahuioleh akal
pikiran. Menurut Herman Soewardi (Depdikbud, 1988: 7) etika dapatdijelaskan
dengan membedakan dengan tiga arti, yaitu (1) ilmu tentang apa yang baikdan apa
yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) (2) kumpulan asas atau
nilai yang berkenaaan dengan akhlak (3) nilai mengenai benar dan salah
yangdianut suatu golongan atau masyarakat.
Burhanuddin Salam (1987:1),
menjelaskan bahwa etika adalah sebuah cabangfilsafat yang berbicara mengenai
nilai dan norma moral yang menentukan perilakumanusia dalam hidupnya. Sebagai
cabang filsafat, etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat
dan menggumuli nilai dan norma moraltersebut serta permasalahan-permasalahan
yang timbul dalam kaitannya dengan nilaidan norma moral tersebut. Etika adalah
sebuah refleksi kritis dan rasional mengenainilai dan norma moral yang
menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilakuhidup manusia, baik secara
pribadi maupun sebagai kelompok. Seorang akademisidan rohaniwan. Magnis Suseno
mengatakan bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi
kita norma tentang bagaimana kita harus hidupadalah moralitas. Sedangkan etika
justru hanya melakukan refleksi kritis atas normaatau ajaran moral tersebut
atau kita juga bisa mengatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang
siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkanetika adalah perwujudan
dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moralyang siap pakai.
Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kitaorientasi bagaimana dan
ke mana kita harus melangkah dalam hidup ini. Tetapi bedanya moralitas langsung
mengatakan kepada kita; inilah caranya anda harusmelangkah. Sedangkan etika
harus mempersoalkan; apakah saya harus melangkahdengan cara itu dan mengapa
harus dengan cara itu (Salam, 1987: 2).
Dalam membahas Etika sebagai ilmu
yang menyelidiki tentang tanggapankesusilaan atau etis, yaitu sama halnya
dengan berbicara moral (mores). Manusiadisebut etis, ialah manusia secara utuh
dan menyeluruh mampu memenuhi hajathidupnya dalam rangka asas keseimbangan
antara kepentingan pribadi dengan pihakyang lainnya, antara rohani dengan
jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdirisendiri dengan penciptanya.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang
etika tersebut di atas dapatdiklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi,
yaitu sebagai berikut:
·
Jenis pertama, etika dipandang sebagai
cabang filsafat yang khususmembicarakan tentang nilai baik dan buruk dari
perilaku manusia.
·
Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu
pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan
bersama.
·
Definisi tersebut tidak melihat kenyataan
bahwa ada keragaman norma,karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat,
akhirnya etika menjadi ilmuyang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
·
Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu
pengetahuan yang bersifatnormatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai
baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan
adanya fakta, cukupinformasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika
ini lebih bersifatinformatif, direktif dan reflektif.
2.2
Permasalahan Etika di Dunia Kerja
Permasalahan yang
muncul dalam perusahaan disebabkan karyawan melanggar etika berdampak dari
perusahaan antara lain melakukan kecurangan dalam mengunakan fasilitas atau
kecurangan memberikan informasi terhadap atasan sehingga pimpinan membuat
keputusan terjadi kesalah dan merugikan perusahaan. Permasalahan yang muncul
dalam etika di tempat kerja disebabkan oleh perilaku baik dari pimpinan maupun
karyawan berupa:
1.
Pembedaan terhadap karyawan.
2.
Pendisiplinan.
3.
Pelecehaan seksual terhadap pekerjaan perempuan
4.
Evaluasi kinerja sering tidak transfarannya dalam melakukan evaluasi kinerja
karyawan menimbulkan rasa tidak percayaan terhadap penyelia.
5.
Pelanggaran peraturan mabuk akibat mminiman keras,
6.
Pemalsuan catatan atau laporan
2.3
Cara Penyelesaian Permasalahan Etika di Dunia Kerja
Faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku karyawan dalam suatu perusahaan supaya secara cepat pihak
pimpinan meminimumkan pelanggaran etika didalam tempat kerja. Faktor lainnya
yang membentuk berperilaku etis di tempat kerja di dalam perusahaan yaitu:
1.
Faktor Keorganisasi:
-
Menekan pihak karyawan agar membuat laporan yang benar dan terbuka terutama
laporan akunting untuk diberikan kepihak pemerintah (pajak) kewajiban
perusahaan dalam membayar.
-
Menekankan kepada pihak karyawan untuk berusaha memenuhi target dan jika tidak
terpenuhi bukanlah suatu kesalahan tetapi adalah pembelajaran.
-
Memberikan ruang beraktualisasi dan berinovasi sehingga dapat mendorong
terbangunya soliditas dan solidaritas karyawan.
-
Melakukan keterbukaan mengenai insentif.
2.
Faktor Atasan
Peran
penting yang dapat membentuk etika didalam tempat kerja yaitu peran atasan dengan
sikap dan tingkah laku atasan dapat membentuk terbangunnya etika didalam
pekerjaan. Langkah-langkah yang menjadi perhatian dan pertimbangan yang perlu
dilakukan oleh atasan yaitu:
-
Melakukan keterbukaan dan keterbukaan dalam mencapai hasil kerja yang dapat
memenuhi target.
-
Memberikan beban kerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah diatur dalam
job diskripsi.
-
Memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap karyawa agar tidak terjadinya
keslahan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan diatas maka dapat
disimpulkan bahwa :
1.Etika adalah sebuah
refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan normamoral yang menentukan dan
terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidupmanusia, baik secara pribadi maupun
sebagai kelompok.
2.Tenaga kerja adalah
setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan gunamenghasilkan barang dan jasa,
baik untuk memenuhi kebutuhan sendirimaupun masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdulrani Sulaiman, Etika dan Hubungan dengan
Tenaga Kerja(Online), https://www.academia.edu/6407940/ETIKA_DAN_HUBUNGAN_DENGAN_TENAGA_KERJA
(Diakses pada tanggal 30 Oktober 2019)
____.____, Permasalahan dalam Kerja dan Perilaku
Etis dalam Bekerja(Online), http://etikbisnis.blogspot.com/2016/01/permasalahan-dalam-kerja-dan-perilaku.html
(Diakses pada tanggal 30 Oktober 2019)

Comments
Post a Comment