Makalah Etika Bisnis Analisis Permasalahan CSR PT Indofood
Makalah
Etika Bisnis
Analisis
Permasalahan CSR PT Indofood
Disusun
oleh :
Anisya
Diana Novita
1620200074
Dosen
Pengampuh :
Charisma
Ayu Pramuditha, M.HRM
STIE
MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
2019
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah
yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.
Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya
dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang “Analisis Permasalahan CSR PT Indofood”, yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan
yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan
kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun.
Terimakasih.
Palembang, 30 Oktober 2018
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………..i
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………...1
1.1 LATAR
BELAKANG……………………………...…………………………………1
1.2 RUMUSAN
MASALAH………………………………………...……………...……2
1.4 TUJUAN
PENULISAN…………………………………...………………….………2
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………...…………………..………3
2.1
PENGERTIAN CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY (CSR)………......…...…3
2.2
PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY(CSR) BAGI PERUSAHAAN PT INDOFOOD……………………………………….…….…..…6
2.3 KONSEP PENERAPAN
CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY (CSR)……....12
BAB 3 PENUTUP……………………………………………………….………………………14
3.1 KESIMPULAN…………………………………..............…………………..………14
3.2 SARAN………………………………………………………………………………15
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………….....…...……16
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pembangunan suatu negara bukan hanya
tanggung jawab pemerintah saja, setiap insan manusia berperan untuk mewujudkan
kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dunia usaha
berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangan
pula faktor lingkungan hidup. Kini dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan
catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line), melainkan sudah
meliputi aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan biasa disebut
triple bottom line. Sinergi dari tiga elemen ini merupakan kunci dari konsep
pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Seiring dengan pesatnya perkembangan
sektor dunia usaha sebagai akibat liberalisasi ekonomi, berbagai kalangan
swasta, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan berupaya merumuskan dan
mempromosikan tanggung jawab sosial sektor usaha dalam hubungannya dengan
masyarakat dan lingkungan.
Namun saat ini – saat perubahan sedang
melanda dunia – kalangan usaha juga tengah dihimpit oleh berbagai tekanan,
mulai dari kepentingan untuk meningkatkan daya saing, tuntutan untuk menerapkan
corporate governance, hingga masalah kepentingan stakeholder yang makin
meningkat. Oleh karena itu, dunia usaha perlu mencari pola-pola kemitraan (partnership)
dengan seluruh stakeholder agar dapat berperan dalam pembangunan, sekaligus
meningkatkan kinerjanya agar tetap dapat bertahan dan bahkan berkembang menjadi
perusa haan yang mampu bersaing.
Upaya tersebut secara umum dapat disebut
sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) atau corporate
citizenship dan dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha lebih etis dalam
menjalankan aktivitasnya agar tidak berpengaruh atau berdampak buruk pada
masyarakat dan lingkungan hidupnya, sehingga pada akhirnya dunia usaha akan
dapat bertahan secara berkelanjutan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang
menjadi tujuan dibentuknya dunia usaha.
1. 1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian CSR pada PT Indofood?
2. Apa saja Program CSR yang di lakukan pada
perusahaan PT Indofood?
3. Bagaimana konsep penerapan CSR pada
PT Indofood?
1.3.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian CSR pada PT
Indofood.
2.
Untuk mengetahui program CSR yang di lakukan pada perusahaan PT Indofood.
3.
Untuk mengetahui konsep penerapan CSR pada PT Indofood.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Corporate Social
Responsibility (CSR)
Walaupun konsep Corporate Social
Responsibility (CSR) dewasa ini sangat popular, namun belum dijumpai
keseragaman dalam mendefinisikan konsep Corporate Social Responsibility
(CSR). Istilah Corporate Social Responsibility (CSR) sendiri
diperkenalkan pertama kali dalam tulisan Social Responsibility of the
Businessman tahun 1953. Corporate Social Responsibility (CSR)
digagas Howard Rothmann Browen untuk mengeleminasi keresahan dunia bisnis. Corporate
Social Responsibility (CSR) adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan
mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka. Corporate Social
Responsibility (CSR) bisa dikatakan komitmen yang berkesinambungan dari
kalangan bisnis, untuk berperilaku secara etis dan memberi kontribusi bagi
perkembangan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan dari karyawan dan
keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya. Dalam
interaksi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan
prinsip kesukarelaan dan kemitraan.
2.2
Program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi perusahaan PT.Indofood
Memang
pada saat ini di Indonesia, praktek Corporate Social Responsibility
(CSR) belum menjadi suatu keharusan yang umum, namun dalam abad informasi dan
teknologi serta adanya desakan globalisasi, maka tuntutan terhadap perusahaan
untuk menjalankan CSR akan semakin besar. Tidak menutup kemungkinan bahwa CSR
menjadi kewajiban baru standar bisnis yang harus dipenuhi seperti layaknya
standar ISO. Dan diperkirakan pada akhir tahun 2008 mendatang akan diluncurkan
ISO 26000 on Social Responsibility, sehingga tuntutan dunia usaha menjadi
semakin jelas akan pentingnya program Corporate Social Responsibility
(CSR) dijalankan oleh perusahaan apabila menginginkan keberlanjutan dari perusahaan
tersebut.
Corporate
Social Responsibility (CSR) akan menjadi strategi bisnis yang
inheren dalam perusahaan untuk menjaga atau meningkatkan daya saing melalui
reputasi dan kesetiaan merek produk (loyalitas) atau citra perusahaan. Kedua hal tersebut akan menjadi keunggulan
kompetitif perusahaan yang sulit untuk ditiru oleh para pesaing. Di lain pihak, adanya pertumbuhan
keinginan dari konsumen untuk membeli produk berdasarkan kriteria-kriteria
berbasis nilai-nilai dan etika akan merubah perilaku konsumen di masa
mendatang. Implementasi kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR)
adalah suatu proses yang terus menerus dan berkelanjutan.
Corporate
Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh INDOFOOD, ini
dilakukan supaya perusahaan ini dapat lebih dekat dengan masyarakat maka dari
itu perusahaan melakukan Corporate Social Responsibility (CSR),
Sepanjang tahun 2011, Indofood terus melanjutkan program tanggung jawab sosial
(Corporate Social Responsibility atau “CSR”) yang merefleksikan misi Perseroan
yakni “Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan
secara berkelanjutan”. Landasan tujuan yang digunakan dalam melaksanakan
program Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan adalah:
Menciptakan Hidup Yang Lebih Baik Setiap Hari, yang kemudian dituangkan ke
dalam lima pilar Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu Pembangunan
Sumber Daya Manusia, Partisipasi Aktif Dalam Kegiatan Komunitas, Peningkatan
Nilai Ekonomi, Menjaga Kelestarian Lingkungan, dan Solidaritas Kemanusiaan.
Berikut
program-program yang dilakukan oleh indofood:
1.
Pembangunan Sumber Daya Manusia
Indofood
meyakini pendidikan sebagai faktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dukungan Perseroan diwujudkan dengan cara membuka kesempatan bagi masyarakat
untuk mengikuti pendidikan formal maupun non–formal, mendukung kegiatan
pengembangan riset, dan meningkatkan kompetensi para guru.
2.
Beasiswa Indofood Sukses Makmur (BISMA)
Setiap
tahun Perseroan memberikan beasiswa bagi anak–anak karyawan yang berprestasi.
Selama tahun 2011, sekitar 1.570 anak–anak telah memperoleh bantuan beasiswa
yang diberikan untuk tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.
Melalui bantuan pendidikan ini, Perseroan ingin mendorong siswa yang merupakan
putra putri dari karyawan Indofood untuk sepenuhnya menggali potensi diri.
Lebih dari 15.000 anak karyawan telah menerima beasiswa ini.
3. Program
Bantuan Sarana Pendidikan
Guna
mendukung pendidikan, SIMP, salah satu anak perusahaan Indofood mengelola
sekolah–sekolah yang berlokasi di sekitar area perkebunan yang meliputi Sekolah
Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.
Sekolah–sekolah tersebut kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas
termasuk laboratorium komputer dan biologi, perpustakaan, serta fasilitas olah
raga dan ekstra kurikuler seperti perangkat drum band. Pada tahun 2011 SIMP
melakukan penambahan 22 ruang kelas pada sekolah–sekolah yang dikelolanya.
• Perhatian Indofood bagi pendidikan anak–anak
petani kentang yang merupakan mitra usaha binaan diwujudkan dalam bentuk
pembangunan perpustakaan dan arena bermain di Pangalengan dan Kertasarie, Jawa
Barat
• Indofood juga memberikan dukungan berupa
alat peraga edukasi kepada anak–anak usia Pra Sekolah/ Pendidikan Anak Usia
Dini (PAUD) yang berlokasi di sekitar kantor Indofood di seluruh Indonesia.
Indofood juga melengkapi sarana taman bermain anak–anak bagi sekolah–sekolah
tersebut. Bekerja sama dengan Indonesian Heritage Foundation, Perseroan mendidik
para guru Sekolah Dasar di Jempang, Sumatra Utara untuk membantu mereka dalam
mengaplikasikan model pendidikan holistik, yang diharapkan dapat memberikan
dampak positif pada awal perkembangan anak.
• Pada tahun 2011, guna membantu memberikan
pendidikan multi kultur kepada anak–anak sejak dini, Indofood membagikan buku
ensiklopedi Pustaka Anak Nusantara ke ratusan perpustakaan sekolah dasar dan
menengah pertama di seluruh Indonesia. Selain itu Indofood juga memberikan
kumpulan buku dongeng cerita rakyat Indonesia yang kaya akan pesan–pesan moral.
4.
Rehabilitasi Rumah Tinggal
Bekerja sama dengan
Yayasan Tzu Chi Indonesia, Indofood mendukung program rehabilitasi rumah–rumah
dalam kondisi buruk. Perseroan telah membantu memperbaiki rumah–rumah di
wilayah kumuh di Cilincing, Jakarta Utara.
5. Kegiatan
Sosial dan Keagamaan
Perseroan
juga selalu berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial
kemasyarakatan, khususnya yang terkait dengan pendidikan dan peringatan hari
besar keagamaan.
•
Indofood
Berbagi Kasih, dilaksanakan pada peringatan hari besar keagamaan seperti
Ramadhan dan Natal. Kepedulian diwujudkan dalam bentuk pemberian paket produk
dan peralatan sekolah kepada komunitas–komunitas yang membutuhkan.
• MTQ adalah
program yang dikelola sejak tahun 1974 oleh Lonsum. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan membaca Al Quran bagi anak–anak karyawan Indofood dan
masyarakat di sekitar area perkebunan. Setiap tahun, Perseroan bersama anak
perusahaannya juga memberikan sumbangan qurban untuk memperingati hari Idul
Adha yang diberikan kepada masyarakat di sekitar area operasional Perseroan.
6.
Peningkatan Nilai Ekonomi
Indofood
terus membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan para stakeholders
melalui program kemitraan guna meningkatkan dan mendorong pengembangan ekonomi
yang berkelanjutan. Program kemitraan Indofood ditujukan bagi keluarga petani,
peternak, pengusaha UKM dan masyarakat sekitar.
7. Kemitraan
dengan Petani
Perseroan
mengembangkan program–program kemitraan pertanian secara berkelanjutan, dengan
para mitra yang terdiri dari petani kentang, singkong, gula kelapa, cabai dan
kelapa sawit. Dalam program kemitraan ini, Indofood memberikan pelatihan,
bimbingan dan pendampingan di bidang pembudidayaan, penanaman, pemanenan dan
pasca pemanenan komoditas. Pada tahun 2011, dilaksanakan pelatihan bagi para
petani kelapa sawit di Rambong Sialang Traning Center (RSTC) bekerja sama
dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). Program pelatihan
yang diadakan selama satu minggu ini bertujuan meningkatkan produktivitas
petani dalam melakukan pengelolaan perkebunan.
8.
Pemberdayaan Wanita melalui Program Pojok Selera
Indofood
mendukung program pemberdayaan wanita melalui Program Pojok Selera. Program ini
diperuntukan bagi para istri petani dan keluarga karyawan perkebunan.
• Pada tahun 2011, Indofood mengembangkan
program kewirausahaan dan pembuatan makanan berbahan dasar tepung terigu bagi
para istri petani singkong di Malangbong, Jawa Barat; petani cabai di Jember
dan Lumajang, serta penderes gula kelapa di Banyuwangi, Jawa Timur dan petani
kentang di Garut, Jawa Barat.
• Program pelatihan sejenis juga dilaksanakan
untuk para keluarga karyawan dan komunitas di sekitar Perkebunan Rambong
Sialang dan Turagie di Sumatra Utara, Perkebunan Tirta Agung di Sumatra
Selatan, Perkebunan Pahum Makmur di Kalimantan Timur dan Perkebunan Balombessie
di Sulawesi Selatan. SIMP menyelenggarakan kelas–kelas pelatihan pembuatan
makanan bagi ibu rumah tangga yang dikenal dengan SIMP Bakery and Culinary
Center. Selain mendorong pemberdayaan wanita, Perseroan juga mendukung
pengembangan UKM.
• Indofood mendukung program Desa Sejahtera
melalui pelatihan UKM di Cipule, Karawang, Jawa Barat yang diikuti oleh 30
mitra UKM. Program tersebut merupakan kelanjutan program kerjasama dengan SIKIB
di Tanjung Pasir, Banten pada tahun 2010.
9. Program
Mahesa
Sebagai
bagian program berkelanjutan “Feed the World,” Indofood menyumbangkan ternak
kerbau, sapi dan peralatan pertanian bagi komunitas petani, termasuk Karya
Harapan Al–ijabah di Pandeglang, Banten dan kelompok peternak Sarwon Guno di
Desa Hargo Tirto, Yogyakarta.
2.3.
Konsep penerapan Corporate Social Responsibility (CSR)
Merujuk
pada konsep yang ideal, tentu ada standardisasi dalam penerapan CSR. Terdapat
lima dasar dari Corporate Social Responsibility Management System Standards
(CSR MSSs) yang muncul dari Customer Protection dalam Global Market
Working Group Report sebagai dasar untuk penerapan yang efektif pada setiap
prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) adalah:
1. Mengidentifikasi dan menyeleksi substansi
dari norma dan prinsip yang relevan oleh ribuan perusahaan
2. Cara-cara mendekatkan jarak antar-stakeholder
oleh aktivitas perusahaan dalam kaitannya dengan peningkatan tanggung jawab
sosial perusahaan dan pendekatan dalam implementasi
3.
Proses dan sistem untuk menjamin
efektivitas operasional dari komitmen Corporate Social Responsibility
(CSR)
4. Teknik-teknik
untuk verifikasi kemajuan ke depan dari komitmen tanggung jawab sosial
5. Teknik-teknik untuk stakeholder dan
laporan publik serta komunikasi
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Jadi
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu tuntutan pilihan yang
tidak bisa dihindarkan lagi karena suka tidak suka kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) harus dikerjakan sebagai bentuk tanggung jawab
terhadap shareholder (pemegang saham). Dan Corporate Social
Responsibility (CSR) juga suatu pilihan yang mana pilihan tersebut di
landasi oleh kesadaran dari perusahaan yang tidak hanya pada pemegang saham dan
konsumen saja tetapi ia juga harus memenuhi harapan para stakeholder (pemangku
kepentingan) seperti keluarga, karyawan, rekan bisnis, pemerintah dan
masyarakat sekitar.
Selain
itu program Corporate Social Responsibility (CSR) baru dapat menjadi
berkelanjutan apabila, program yang dibuat oleh suatu perusahaan benar-benar merupakan
komitmen bersama dari segenap unsur yang ada di dalam perusahaan itu sendiri.
Tentunya tanpa adanya komitmen dan dukungan dengan penuh antusias dari karyawan
akan menjadikan program-program tersebut bagaikan program penebusan dosa dari
pemegang saham belaka. Dengan melibatkan karyawan secara intensif, maka nilai
dari program-program tersebut akan memberikan arti tersendiri yang sangat besar
bagi perusahaan.
Corporate
Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh INDOFOOD, ini
dilakukan supaya perusahaan ini dapat lebih dekat dengan masyarakat maka dari
itu perusahaan melakukan Corporate Social Responsibility (CSR),
Sepanjang tahun 2011, Indofood terus melanjutkan program tanggung jawab sosial
(Corporate Social Responsibility atau “CSR”) yang merefleksikan misi
Perseroan yakni “Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan
lingkungan secara berkelanjutan”. Landasan tujuan yang digunakan dalam
melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan
adalah: Menciptakan Hidup Yang Lebih Baik Setiap Hari, yang kemudian dituangkan
ke dalam lima pilar Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu
Pembangunan Sumber Daya Manusia, Partisipasi Aktif Dalam Kegiatan Komunitas,
Peningkatan Nilai Ekonomi, Menjaga Kelestarian Lingkungan, dan Solidaritas
Kemanusiaan.
3.2
Saran
Merujuk
pada konsep yang ideal, tentu ada standardisasi dalam penerapan CSR. Terdapat
lima dasar dari Corporate Social Responsibility Management System Standards
(CSR MSSs) yang muncul dari Customer Protection dalam Global Market
Working Group Report sebagai dasar untuk penerapan yang efektif pada
setiap prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) adalah:
1. Mengidentifikasi dan menyeleksi substansi
dari norma dan prinsip yang relevan oleh ribuan perusahaan.
2. Cara-cara mendekatkan jarak
antar-stakeholder oleh aktivitas perusahaan dalam kaitannya dengan peningkatan
tanggung jawab sosial perusahaan dan pendekatan dalam implementasi.
3.
Proses dan sistem untuk menjamin
efektivitas operasional dari komitmen Corporate Social Responsibility
(CSR).
4. Teknik-teknik untuk verifikasi kemajuan ke
depan dari komitmen tanggung jawab sosial.
5. Teknik-teknik untuk stakeholder dan laporan
publik serta komunikasi keputusan manajemen perusahaan untuk melaksanakan
program-program Corporate Social Responsibility (CSR) secara
berkelanjutan, pada dasarnya merupakan keputusan yang rasional. Sebab
implementasi program-program Corporate Social Responsibility (CSR) akan
menimbulkan efek lingkaran emas yang akan dinikmati oleh perusahaan dan seluruh
stakeholder-nya. Melalui Corporate Social Responsibility (CSR),
Kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal maupun masyarakat
luas akan lebih terjamin. Kondisi ini pada gilirannya akan menjamin kelancaran
seluruh proses atau aktivitas produksi perusahaan serta pemasaran hasil-hasil
produksi perusahaan. Sedangkan terjaganya kelestarian lingkungan dan alam
selain menjamin kelancaran proses produksi juga menjamin ketersediaan pasokan
bahan baku produksi yang diambil dari alam.
DAFTAR
PUSTAKA
Azheri, Busyra. 2012. Corporate
Social Responsibility; Dari Voluntary Menjadi
Mandatory.
Jakarta: Raja Wali Pers
Kartini, Dwi. 2009. Corporate
Social Responsibility; Transformasi Konsep
Sustainability Management
Dan Implementasi Di Indonesia.
Jakarta: Refika Aditama
Prastowo, Joko & Huda, Miftachul.
2011. Corporate Social Responsibility.
Yogyakarta: Samudra Biru
Solihin, Ismail. 2008. Corporate
Social Responsibility; From Charity to
Sustainability.
Jakarta: Salemba Empat
Wahyudi, Isa & Azheri, Busyra.
2011. Corporate Social Responsibilty; Prinsip,
Pengaturan & Implementasi.
Malang: Setara Press.

Comments
Post a Comment